18 Maret 2016

6 Jenderal Muslim Terhebat Dalam Sejarah Peradaban Manusia!

 Islam merupakan agama pertama dan memiliki penganut terbanyak di dunia. Namun sebelum Islam lahir banyak sekali masalah dan tantangan. Mulai dari adanya peperangan dan lain sebagainya. Bicara peperangan, pernahkah kamu tahu bahwa ada sejumlah jendral perang yang sangat hebat?

Ya, para jendral perang itu berhasil menjadi pemimpin pasukan Muslim. Adapun nama-namanya, inilah 6 jenderal Muslim yang terkenal dengan kehebatnnya dalam sejarah.

1.Abu Ubaidah bin al-Jarrah (583-639)


Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah pemimpin pasukan Muslim yang terkenal dengan kehebatannya. Beliau juga salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Beliau awalnya berasal dari kaum Quraish, namun akhirnya beliau memeluk agama Islam satu hari setelah Abu Bakar pada tahun 611. Pada masa itu, umat Muslim dimusuhi dan ditentang oleh kaum Quraish. Sehingga beliau pun ikut berhijrah dari Habasyah sampai ke Madinah. Beliau selalu turun perang dalam membela Islam, salah satunya dalam perang besar pertama antara Muslim dengan Quraish di Mekah dalam Perang Badar.

Dalam peperangan itu beliau harus melawan ayahnya sendiri bernama Abdullah ibn al-Jarrah, yang berada di pihak kaum Quraish. Sebenarnya ia tak ingin melawang sang ayah, namun ayahnya selalu menghalangi jalannya sehingga peperangan pun tidak dapat dihindari.

2.Khalid ibn al-Walid (584-642)


Khalid ibn al-Walid adalah jenderal perang yang banyak ditakuti di medan perang pada masa pemerintahan Khulafur Rasyidin. Karena kehebatannya, beliau tak pernah terkalahkan oleh siapapun dan merupakan jenderal tertinggi Nabi Muhammad. Tapi sebelum menjadi jenderal pasukan Muslim, beliau adalah seorang penentang Islam yang berasal dari kaum Quraish. Namun setelah beliau masuk Islam, Khalid bin Walid berhasil menjadi pemimpin terhebat yang selalu menang dalam perang di beberapa tempat, seperti di Yamamah, Ullais, Firaz, Walaja, dan Yarmouk.

3.Sa’ad bin Abi Waqqas (595-674)


Sa’ad bin Abi Waqqas adalah seorang pemanah yang hebat dalam peperangan. Beliau juga merupakan termasuk dari beberapa pertama yang memeluk agama Islam. Beliau memutuskan untuk menganut agama Islam saat usianya 17 tahun. Sa’ad bin Abi Waqqas pernah memimpin perang antara kaum Muslimin dengan Persia Majusi. Saat itu jumlah pasukan Muslimin hanya 3000 pasukan sementara Persia sebanyak 100 ribu pasukan. Namun dengan izin Allah, kaum Muslimin berhasil memenangkan peperangan tersebut.

4.Tariq bin Ziyad (670-720)

Tariq bin Ziyad adalah sosok pemimpin yang sangat dihormati karena beliau memiliki keberanian serta sikap yang adil dan pemaaf. Beliau merupakan jenderal Muslim yang memimpin pasukan Islam dinasti Umayah dalam menaklukan pasukan Visigoth di Andalusia. Pada saat itu, beliau memimpin pasukan besar yang menyebrangi lautan untuk menuju ke kerajaan yang dimpin oleh Raja Roderick. Beliau mengatur pasukannya di bukit besar yang kini bernama Gibraltar atau istilah Spanyol untuk Jabal Tariq yang artinya gunung Tariq, sesuai dengan namanya. Dengan izin Allah, pertempuran besar itupun dimenangkan oleh umat Muslim. Dari situlah Islam mulai menyebar dan menjadi agama yang paling banyak penganutnya di dunia.

5.Salahudin Ayyubi (1138-1193)


Salahudin Ayyubi adalah seorang jenderal yang terkenal dengan kehebatannya. Hal itu dibuktikan dengan mengalahkan pasukan salib dalam perang Hattin pada tahun 1187. Beliau beserta pasukan Muslimnya juga berhasil merebut kembali Palestina. Selain kehebatannya, beliau juga dikenal jenderal dan pejuang Muslim Kurdi dari Tikrit yang sangat mahsyur karena beliau memiliki sikap yang ksatria dan

6.Muhammad Al-Fatih (1432-1481)


Jenderal terhebat berikutnya adalah Muhammad Al-Fatih atau yang dikenal dengan Mehmed II (Mehmed sang penakluk). Beliau berhasil menaklukan Konstantinopel (Istanbul era modern) dan mengakhiri masa kejayaan kerajaan Bizantium pada saat usianya 21 tahun. Bahkan, beliau juga berhasil memperluas wilayahnya sampai Anatolia dan Bosnia. Beliau menjadi sultan kerajaan Ottoman dalam waktu yang singkat, yakni dari Agustus 1444 – September 1446 dan kemudian pada Februari 1451 hingga Mei 1481.

Sumber: palingseru

15 Maret 2016

Alasan Duduk "W" Tak Baik Untuk Anak

 
 Jakarta, Ketika anak kecil menonton televisi, posisi duduk yang sering digunakan biasanya adalah dengan melipat kedua belah kaki ke belakang sehingga membentuk huruf W. Posisi ini populer dengan sebutan television position. Dikatakan ahli sebetulnya posisi ini tak baik.

Posisi duduk W jadi favorit anak karena baginya ini adalah posisi yang nyaman dan aman. Namun ahli ortopedi dr Faturachman, SpOT, dari RS Hasan Sadikin Bandung mengingatkan orang tua agar tak membiarkan anak dalam posisi ini terlalu lama karena bisa berdampak pada pertumbuhan.

Terutama pada anak yang berusia sekitar empat tahun, saat itu tulang-tulang sendi anggota gerak akan mengalami pertumbuhan pesat. Sehingga kebiasaan duduk W akan mendorong kondisi yang disebut dengan internal rotation atau sendi yang terputar menuju arah dalam.

"Di ortopedi kita menyebutnya internal rotation. Posisi ini bila terulang dan waktunya lama menyebabkan proses pembentukan panggul menjadi cenderung berlebihan," kata dr Faturachman kepada detikHealth, Selasa (26/1/2016).

"Dampaknya apabila dipakai beraktivitas ketika berjalan dia akan in-toeing gait, jadi posisi kakinya bengkok ke dalam," lanjutnya lagi.

Dari segi medis sebetulnya tak ada yang berbahaya dari in-toe gait hanya saja anak akan jadi lebih terhambat kemampuan motoriknya. Pada usia empat sampai delapan tahun di mana anak mulai aktif, postur in-toe gait bisa menghalangi anak untuk lincah bergerak.

"Pada usia itu banyak aktivitasnya dan dia bisa terganggu terutama untuk gerakan yang lincah-lincah," kata dr Faturachman.(fds/vit)

Sumber: health.detik.com

Ini Dia Penyebab Keram di Malam Hari dan Cara mengatasinya

 Jakarta, Kram bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika Anda tengah tertidur pulas. Ternyata, kondisi kram nokturnal seperti ini dialami oleh hampir 60 persen orang dewasa di mana ketika kram menyerang, bagian tubuh yang mengalami kram akan terasa sakit, mengetat, dan nyeri.

Seperti diungkapkan Scott Garrison, MD, PhD dari Departemen Kedokteran Olahraga di University of Alberta, kram nokturnal di malam hari terjadi ketika saraf yang membawa sinyal dari otak ke otot-otot 'menembakkan' terlalu banyak pesan. Akibatnya, otot akan berkontraksi dengan cara yang membuat Anda tidak nyaman.

"Duduk atau berbaring dalam waktu yang lama, termasuk ketika Anda sedang tidur bisa memicu gangguan saraf seperti itu. Maka dari itu, seringkali Anda mengalami kram di malam hari," kata Garrison seperti dikutip dari Preventionpada Jumat (25/9/2015).

Anehnya, studi terbaru yang dilakukan Garrison dan tim menemukan bahwa kram nokturnal di malam hari sering terjadi ketika musim panas. Ia berasumsi jika penyebabnya karena di musim panas seseorang mendapat lebih banyak paparan sinar matahari. Sebab, kejadian kram menurut Garrison juga dipengaruhi nutrisi yang mengatur pertumbuhan dan perbaikan serat otot.


Namun, pertumbuhan dan perbaikan serat otot yang berlebihan juga bisa mengirimkan mekanisme tertntu ke otot bagian belakang tubuh yang menyebabkan kram. Pada usia 50 tahun ke atas, kram lebih umum terjadi. Sebabnya, di usia seperti itu seseorang mulai kehilangan sel-sel saraf yang mengirimkan pesan dari otak ke otot. Akibatnya, sel yang tersisa harus bekerja lebih keras lagi.

"Umumnya kram di malam hari tidak berbahaya apalagi jika Anda tahu pemicunya. Jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ada ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan neuromuskuler seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS), tapi untuk memastikannya Anda perlu cek ke dokter terlebih dulu," papar Garrison.

Peregangan pada betis, paha belakang, dan paha depan sebelum tidur bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir kram di malam hari. Bahkan, sebuah studi tahun 2012 di Belanda menemukan bahwa pada lansia mereka mengalami kram di malam hari yang lebih sedikit setelah rutin melakukan peregangan minimal 3 menit sebelum tidur.

"Ketika kram menyerang di tengah malam, untuk mengurangi rasa sakit coba lakukan pula peregangan. Bisa juga Anda mencoba turun dari tempat tidur dan berjalan selama satu menit, atau menggunakan obat gososk hangat untuk merelaksasi otot yang kram," kata Garrison memberi saran.
(rdn/up)

Sumber :Health.detik.com