18 Agustus 2014

10 Alasan Mengapa Keabadian Itu Buruk

 Keabadian sering disebut adalah impian setiap manusia, namun ternyata menjadi abadi tidak seindah yang dibayangkan. Ada banyak alasan mengapa keabadian adalah hal yang buruk dan di sisi lain menunjukkan bahwa kematian ternyata adalah hal yang indah. Berikut 10 alasan mengapa Anda tidak akan menginginkan keabadian.


1. Hilangnya Identitas Diri



Anda masih ingat dengan impian masa kecil Anda? Mungkin impian itu berubah karena Anda belum dewasa dan hanyalah angan-angan semata. Namun perubahan itu akan dialami semua orang jika keabadian terwujud.

Dengan adanya keabadian maka seseorang tidak akan lagi mengetahui siapa dirinya, bagaimana kepribadian dirinya yang sebenarnya, dan apa yang mereka inginkan. Semua itu akan terus berubah dan hingga akhirnya nanti akan membuat dirinya kehilangan identitas diri.

Dalam jangka waktu ribuan tahun atas waktu yang abadi, kita pasti telah melupakan banyak hal dan mungkin termasuk siapa keluarga kita, bagaimana masa kecil kita, apa makanan favorit kita, apa bahasa kita dan banyak lainnya.



2. Golongan Sosial Yang Sangat Banyak


Dengan waktu yang tidak abadi saja kita tahu bahwa generasi kita terbagi-bagi menjadi berbagai golongan sosial seperti golongan sosial tahun 70an, 80an, 90an, dan modern sekarang ini.

Mereka yang hidup di tahun 70-an pasti memiliki musik zaman mereka sendiri dibandingkan yang hidup di generasi sekarang. Bayangkan berapa banyak golongan sosial yang dapat terbentuk jika umur manusia tidak terbatas, sederhananya bayangkan saja dalam waktu 1000 tahun.

Bahkan beberapa beragumen bahwa manusia itu terus berevolusi dan makanan yang kita makan sekarang mungkin bukan lagi makanan yang dapat kita temui di 100 tahun ke depan. Apakah Anda bisa menjamin bahwa makanan untuk 100 tahun ke depan cocok untuk Anda? Bagaimana dengan iklim di 100 tahun ke depan?


3. Kesendirian


Keabadian yang kita bicarakan di sini adalah keabadian umum yang semua orang juga dapat memilikinya, namun bagaimana jika keabadian itu hanya dapat dimiliki orang-orang tertentu saja?

Jika begitu halnya maka kekurangan lain dari keabadian akan terlihat dalam hal kesendirian. Bayangkanlah diri Anda yang abadi harus menyaksikan orang-orang terkasih sekitar Anda semakin tua dan pada akhirnya meninggal.

Jika hal itu hanya terjadi sesekali mungkin tidak akan berdampak besar namun bagaimana jika itu terjadi berulang kali dan untuk selamanya? Hal itu kemungkinan besar akan membuat diri Anda tidak lagi ingin berkomunikasi dengan sesama Anda dan memisahkan diri dalam kesendirian.

Kalaupun hal itu tidak terjadi, manusia sekitar Anda juga mungkin tidak ingin bersosialisasi dengan seseorang yang wujudnya tidak berubah selama ribuan tahun.

4. Hukuman Kriminalitas Sia-Sia


Setiap tindakan kriminalitas pasti memiliki hukumannya sendiri baik penjara 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, hingga seumur hidupnya. Bentuk hukuman penjara dalam bentuk waktu itu adalah hal yang menakutkan jika umur manusia terbatas. Berbeda halnya jika setiap orang yang ada di dunia ini abadi.

Apalah artinya waktu 20 tahun dibandingkan dengan waktu 1000 tahun? Apalagi keabadian itu berarti tidak terbatas. Bisa saja kita membuat hukuman atas tindakan kriminalitas menjadi hukuman mati namun hukuman mati itu malah bisa menjadi sebuah penghargaan yang ingin dicapai semua orang yang tidak lagi menginginkan keabadiannya. Dengan begitu tindakan kejahatan malah akan meningkat jauh.



5. Overpopulasi


Alasan lain mengapa keabadian itu buruk dan bersifat negatif adalah karena keabadian itu sendiri. Pada saat keabadian terwujud, maka tentu semua orang akan mendapatkan keabadian itu dan kematian akan merosot jauh.

Jadi, jika sekarang Jakarta sudah berpenduduk lebih dari 9 juta, maka Anda bisa membayangkan jumlah itu meningkat hingga 2 kali lipat dalam jangka waktu abadi puluhan tahun, apalagi ratusan tahun, padahal kita tahu bahwa tanah dan sumber daya di dunia ini terbatas.

Bentuk sederhana penggambarannya adalah sebuah restoran dengan 50 meja dan bahan makanan terbatas namun harus menghadapi antrian hingga puluhan ribu orang. Dalam waktu yang sangat singkat semua sumber daya yang ada di dunia ini akan lenyap begitu saja.




6. Tetap Tua


Setiap manusia akan bertumbuh dewasa kemudian menjadi tua dan kemampuan mereka tidak akan lagi sama seperti selagi mereka masih muda. Kalaupun manusia dapat mencapai keabadian maka kondisi mental mereka tetap akan terus bertumbuh dan pada seiring berjalannya waktu semua orang akan menjadi tua dalam hal mental.

Bayangkan kehidupan dengan fisik layaknya orang yang masih muda namun dengan pikiran layaknya orang yang sangat tua. Jadi kalaupun Anda adalah manusia abadi yang berpenampilan umur 20 tahun, mental yang Anda miliki adalah orang berumur ratusan tahun yang mungkin saja menderita Alzheimer (degradasi otak).



7. Luka Abadi


Steve Jobs pernah mengatakan bahwa kematian adalah penemuan terbaik kehidupan, hal itu juga berlaku benar, melihat bahwa setiap orang akan memiliki kesempatan untuk mengakhiri luka mereka.

Luka yang kita bicarakan di sini bukan sekedar luka fisik biasa namun adalah luka permanen seperti trauma, kecacatan, mati otak, stroke, atau kelumpuhan. Dengan adanya kematian maka orang terkait akan tahu bahwa penderitaannya akan berakhir saat ajal menjemput. Namun bersamaan dengan adanya hidup yang abadi maka luka yang abadi juga akan terwujud.



8. Keabadian yang Tragis


Dalam situasi tertentu kematian adalah hal yang sangat indah dan dapat membebaskan manusia dari banyak hal. Bayangkan saja misalnya jika sebuah gempa bumi terjadi dan karena itu Anda harus tertimpa tidak dapat bergerak di kedalaman reruntuhan rumah Anda.

Jika dalam kasus biasa, Anda secara perlahan akan mendekati kematian namun yang kita bicarakan sekarang adalah Anda itu abadi yang dapat Anda lakukan hanyalah menunggu pertolongan yang mungkin baru akan terlihat berbulan-bulan sesudah kejadian itu.

Itupun jika pertolongan benar-benar datang dan kejadian yang kita bicarakan adalah kejadian besar yang semua orang tahu. Namun bagaimana jika contohnya adalah kecelakaan yang membuat Anda terperangkap dan hanya Anda yang tahu? Sungguh ironis.



9. Kematian Tragis


Ok Anda abadi, tapi tidak dipungkiri bahwa jika organ tubuh Anda ada yang rusak atau hancur pasti kematian sudah di depan mata. Kematian tragis seperti organ hancur itu dapat kita hindari dengan kematian yang indah, yakni mati selagi kita tidur, namun sayangnya dengan waktu yang abadi maka kematian yang ada di dunia ini hanyalah kematian tragis.

Akan membutuhhkan lebih dari sekedar penyakit untuk dapat membunuh seorang mahuk abadi, pernah menonton film terminator? Mungkin dari dibacok, digencet, sampai ditabrak hingga hancur barulah bentuk kematian yang akan dijumpai dalam kehidupan abadi tersebut.



10. Membosankan dan Tidak Berarti


Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti akan merasa bosan jika mereka selalu mendapatkan atau melakukan hal yang sama secara terus menerus. Seperti contohnya sesekali melakukan bungee jumping mungkin ada adrenalinnya tersendiri, tapi jika itu terus dilakukan atau mungkin 5 kali saja rasa bosan pasti sudah terlihat.

Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Sebagai mahluk hidup yang memiliki batas waktu ada alasan mengapa kita terus bertahan dalam berbagai suka duka kehidupan.

Alasan utamanya adalah karena kita tahu di akhir hari nanti semua itu akan berhenti atau akan membuahkan hasil, namun bagaimana jika Anda tahu bahwa semua itu tidak akan berakhir? Dengan waktu yang abadi maka semua hal yang dilakukan akan terasa monoton dan akan ada banyak orang yang lebih memilih kematian jika mereka harus merasakan kebosanan untuk beribu-ribu tahun.

Ditambah lagi semua makna yang sekarang masih berarti dalam kehidupan kita mungkin menjadi tidak ada artinya. Liburan akhir minggu bukan lagi hal yang ditunggu-tunggu, pergi ke luar negeri bukan sesuatu yang menakjubkan, bahkan mungkin saja di suatu waktu pergi keliling dunia tidak lagi ada artinya. Mungkin saja satu-satunya yang berarti adalah kematian itu sendiri.

Jadi jika semua itu digabungkan jadi satu maka alasan mengapa keabadian merupakan hal yang buruk adalah karena hidup yang membosankan, Anda tidak bisa menentukan siapa identitas Anda, dipenuhi kematian tragis, luka abadi, overpopulasi, dan kriminalitas yang meningkat pesat. Bayangkan saja Anda hidup dalam dunia seperti itu.

Sumber :

7 Olahraga Ini Bisa Bantu Wanita Hilangkan Stres

 Stres merupakan salah satu hal yang sering dialami oleh wanita. Ada banyak hal yang bisa membuat wanita stres, masalah tugas, pekerjaan, percintaan dan masih banyak lagi.

Kalau sudah stres, akan sangat sulit sekali bagi wanita untuk menghilangkannya. Namun, harus kamu ketahui bahwa ternyata ada beberapa olahraga yang bisa membantu wanita untuk menghilangkan stres.

Seperti dilansir centroone.com, ada beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh wanita saat stres melanda, dan olahraga ini sangat ampuh sekali untuk menghilangkan stres tersebut.

Nah, mau tahu olahraga apa saja yang bisa membantu wanita menghilangkan stres? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya yang berikut ini:


1. Berenang


http://colorlines.com/assets_c/2012/07/mary-killman-swimming-thumb-640xauto-6396.jpg

Berenang merupakan olahraga yang tepat untuk wanita menghilangkan stres akibat aktivitas yang padat. Kamu bisa menyisihkan sedikit waktu kamu untuk melakukan olahraga ini agar pikiran kamu menjadi tenang dan nyaman.



2. Jogging dan bersepeda

http://thumbs.dreamstime.com/x/young-sport-couple-jogging-cycling-12738645.jpg

Jogging dan bersepeda di taman yang memiliki udara segar dapat membantu kamu menghilangkan rasa stres akibat pekerjaan yang menumpuk dan berbagai hal lainnya. Olahraga ini sangat mudah dilakukan dan sangat mengasyikan.



3. Olahraga tim

http://resources2.news.com.au/images/2012/10/06/1226489/787026-wa-female-sports-captains.jpg

Jika kamu ingin mendapatkan banyak manfaat selain menghilangkan stres dengan olahraga, kamu bisa melakukan olahraga tim dengan teman-teman kamu. Selain dapat menghilangkan stres kamu juga bisa bersosialisasi denga baik bersama teman-teman.



4. Kickboxing

http://www.ihavelynchsyndrome.com/wp-content/uploads/2013/08/4214322.jpg?465

Olahraga yang satu ini memang terdengar sedikit pria, tapi jangan salah, wanita juga bisa melakukannya denga cara menendang, memukul dan gerakan tubuh lainnya. Kamu bisa mengeluarkan emosi kamu karena stres, dan kamu pun akan merasa santai saat setelah berolahraga.



5. Seni bela diri

http://kuksoolny.com/wp-content/uploads/2011/09/martial-arts-for-women.jpg

Seni bela diri cocok menjadi obat untuk penghilang stres kamu. Kamu bisa melakukan olahraga ini untuk meluapkan emosi kamu yang dikarenakan stres berat. Kamu bisa melampiaskan emosi kamu dengan olahraga seni bela diri ini.



6. Yoga

http://www.doyouyoga.com/wp-content/uploads/2012/01/Yoga-Pants-for-Women.jpg

Olahraga yang satu ini cukup menyenangkan untuk para wanita. Selain menyenangkan, olahraga ini juga bisa menghilangkan stres akibat banyak hal. Olahraga ini dilakukan dengan beberapa gerakan tubuh yang di kombinasikan dengan pernapasan dalam. Sehingga dapat membuat pikiran kamu menjadi tenang dan nyaman.



7. Tai Chi

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/12/16/article-2075306-0CA4F996000005DC-965_468x344.jpg

Meskipun olahraga ini untuk orangtua, tapi olahraga ini juga bisa dilakukan oleh semua orang. Olahraga dengan gerakan yang halus dan disertai olahraga pernapasan ini dapat membuat tubuh kamu menjadi sehat dan nyaman. Selain itu, pikiran kamu pun akan menjadi tenang dan nyaman.



Sumber :

Ilmuwan Sukses Terjemahkan Bahasa Tubuh Simpanse

 Peneliti University of St Andrews, Skotlandia telah berhasil menerjemahkan bahasa gestur atau isyarat tubuh simpanse. Bahasan gestur itu digunakan spesies tersebut untuk berkomunikasi dengan simpanse lainnya.



Peneliti mengatakan simpanse liar berkomunikasi 19 pesan khusus satu sama lain dengan kosakata dari 66 gerakan.

Ilmuwan menemukan kosakata itu usai merekam komunitas simpanse di Uganda dan memeriksa lebih dari 5 ribu komunikasi bermakna itu.

Pemimpin studi, Dr. Catherine Hobaiter mengatakan, temuan bahasa pada simpanse itu merupakan satu-satunya bentuk komunikasi yang sengaja dicatat dalam hewan.

Hobaiter menyebutkan hanya manusia dan simpanse, yang mempunyai sistem komunikasi kepada lainnya. "Itulah mengapa gestur simpanse sangat menakjubkan. Itu satu-satunya yang terlihat seperti bahasa manusia," jelas Dr. Catherine Hobaiter.

Disebutkan, meski dalam penelitian sebelumnya telah menunjukkan kera dan monyet dapat memahami informasi kompleks dari panggilan hewan lain, tapi kedua kewan itu tidak memunculkan suara mereka untuk mengomunikasikan pesan.

Sementara itu, simpanse bahkan bisa menanggapi dalam bentuk respons suara dan gestur.

Peneliti mengatakan, simpanse secara konsisten menggunakan beberapa gerakan gestur untuk menyampaikan satu makna.

Grafis gesture simpanse yang berhasil diterjemahkan.
(www.bbc.com/Hobaiter ad Byne: The Meanings of Chimpanzee Gestures)

Misalnya, peneliti menemukan gerakan gigitan pada daun berarti simpanse ingin menarik perhatian seksual lainnya untuk kawin atau bercumbu.

Gerakan lain yang direkam dalam salah satu klip memperlihatkan saat seorang induk betina menunjukkan telapak kakinya kepada keturunannya, itu menandakan, "panjat ke punggung".

Dan, nyatanya setelah menunjukkan telapak kaki itu, anak simpanse melompat ke punggung sang induk dan bepergian bersama-sama.

"Pesan utama dari riset ini adalah ada spesies lain di luar sana yang memiliki komunikasi bermakna, jadi bukan hanya manusia saja," jelas Hobaiter.



Evolusi Bahasa Manusia

Ia juga menambahkan, mengingat simpanse lebih erat dengan manusia dibanding kera besar, maka tak mengherankan antara manusia dan simpanse ada banyak kemiripan dalam berbagai hal.

Inisiatif studi bahasan gerakan simpanse itu dipuji Dr. Susanne Shultz, pakar biologi evolusi University of Manchester, Inggris.

Menurut dia, studi itu bisa mengisi kesenjangan pengetahuan terkait evolusi bahasan manusia. Namun, Shultz menyayangkan hasil studi itu yang dianggap "sedikit mengecewakan".

Ia berbeda pendapat soal gerakan tubuh simpanse. Menurutnya, masih banyak ketidakjelasan dari gestur simpanse.
"Ketidakjelasan arti gerakan tubuh itu menunjukkan simpanse memiliki sedikit (gestur) untuk berkomunikasi, artinya kita masih kehilangan banyak informasi yang terdapat pada gestur dan tindakan mereka," jelas Shultz. 

Sumber :