9 Maret 2016

Adam Manusia Pertama Tundukkan Seluruh Hewan, Turun di India?

 Banyak orang berpendapat, bahwa Sulaiman merupakan manusia pertama yang mampu menundukkan semua hewan di Bumi, bahkan makhluk tak kasat mata ciptaan Sang Pencipta.

Tetapi, dalam teks yang disebutkan dalam buku 'Forgotten Books of Eden'karya Rutherford H Pratt pada tahun 1926, disebutkan bahwa semua hewan tunduk kepada Adam setelah dia turun ke Bumi, dia adalah manusia pertama yang memijakkan kaki di Bumi yang hidup di dalam gua bersama Hawa selama beberapa waktu.

Sastra ini pertama kali diterjemahkan pada akhir tahun 1800-an oleh Dr SC Malan dan Dr E Trumpp, berdasarkan kisah legenda dari generasi ke generasi, seseorang telah menuliskan kisah ini dalam karya tulis Mesir dan tidak diketahui identitasnya yang menggunakan bahasa Arab, tetapi terjemahan pertama ditemukan di Ethiopia.

Tidak ada catatan sejak kapan teks pertama ditulis, berdasarkan referensi Pseudepigrapha mungkin ditulis beberapa ratus tahun sebelum kelahiran Isa. Kisah ini merupakan bagian dari ratusan teks yang ditolak untuk dicantumkan dalam Alkitab, disebabkan ketidakjelasan penulis awal sehingga dianggap legenda.



Adam Turun di India

Dalam teks ini tidak disebutkan Adam dan Hawa turun ke Bumi secara terpisah selama 40 hari (walaupun beberapa versi menyebutkan 300 tahun), tetapi langsung menceritakan kehidupan mereka berada di dalam gua. Dalam literatur disebutkan bahwa Adam pertama kali diturunkan dan hidup di wilayah India ataupun Sri Lanka. 

Hal ini juga disebutkan Ibnu Abbas yang meriwayatkan Ali Bin Abi Thalib: "Di bumi tanah yang paling wangi adalah tanah India (karena) Nabi Adam as telah diturunkan di India, maka pohon-pohon dari India telah melekat wangi-wangian dari surga."(HR Hakim)

Ibnu Abbas juga meriyawatkan dari Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya Nabi Adam as telah pergi haji dari India ke Baitullah sebanyak seribu kali dengan berjalan kaki tanpa pernah naik kendaraan walau sekalipun" (HR Thabrani)

Legenda menyebutkan, Adam diturunkan di Safa (Srilanka) atau dipuncak bukit Sri Pada, dan Hawa diturunkan di Marwa. Keduanya bertemu kembali di Jabal Rahmah setelah 40 hari berpisah dan menetap di Srilanka karena mirip dengan keadaan surga.

Menurut kisah Nasrani dan Yahudi, setelah Adam keluar dari Taman Eden, dia pertama kali menjejakkan kaki di sebuah gunung yang disebut sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun, Sri Lanka.



Kisah Adam dan Hawa Hidup di Dalam Gua

Dikisahkan dalam teks sastra yang diterjemahkan Dr SC Malan dan Dr E Trumpp tahun 1800-an, bahwa Adam dan Hawa menangis karena telah dikeluarkan dari surga, ketika memandang tubuh yang telah berubah menjadi daging.

Mereka menangis sedih atas apa yang telah dilakukan, mereka berjalan dan pergi secara perlahan ke dalam Gua. Dan ketika mereka tiba disana, Adam menangisi dirinya sendiri dan berkata kepada Hawa: 

"Lihatlah gua ini, kini menjadi penjara kita di dunia dan sebagai tempat hukuman! Apakah sebanding dengan taman surga? Bagaimana sempitnya dibandingkan dengan tempat yang lalu? Apakah batu ini berada disamping taman surga? Apakah kegelapan gua ini sebanding dengan cahaya taman surga? Apakah batu menjorok ini untuk melindungi kita, bandingkan dengan rahmat Tuhan yang menaungi kita sebelumnya?"  
"Apakah tanah gua ini sebanding dengan taman surga? Bumi ini menabur batu, dan apakah ditanami pohon buah-buahan yang lezat? Lihatlah matamu, dan di gua yang sebelumnya dijaga malaikat yang memuji tanpa henti. Tapi sekarang kita tidak melihatnya lagi, mata kita telah menjadi daging, mereka (ruh) tidak dapat melihat seperti sebelumnya. Apa yang terjadi pada tubuh kita saat ini tak sebanding ketika kita tinggal di taman surga?"

Setelah itu, Adam tidak ingin memasuki gua dan juga berniat tidak akan pernah ingin memasukinya. Tetapi dia tunduk pada perintah Allah dan berkata pada dirinya sendiri: "Jika aku tidak memasuki gua, aku akan kembali menjadi pelanggar hukum."

Kemudian Adam dan Hawa memasuki gua dan berdiri seraya berdoa dalam bahasa mereka sendiri, tidak diketahui, tapi mereka memahaminya dengan baik. Dan saat mereka berdoa, Adam membuka matanya dan melihat batu dan atap gua yang menutupi atasnya, hal ini mencegahnya melihat surga atau makhluk Allah, dia menangis dan memukul dadanya dengan keras sampai jatuh, dan pingsan.

Dan Hawa duduk menangis karena dirinya yakin bahwa Adam sudah mati, lalu di bangkit dan merentangkan tangannya kepada Allah, memohon kepada-Nya atas rahmat dan belas kasihan: 

"Ya Allah, ampunilah aku atas dosaku, dosa yang aku lakukan, dan tidak ingat terhadap Mu. Sebab aku sendiri menyebabkan hambamu keluar dari taman surga ke negeri terkutuk ini, dari cahaya kedalam kegelapan, dan dari rumah sukacita ke dalam penjara ini.  
"Ya Allah, lihatlah hamba-Mu yang jatuh dengan cara ini, dan membawanya kembali ke kehidupan, bahwa dia mungkin menangis dan bertobat atas perbuatannya yang tidak dilakukannya tetapi melalui diriku. Jangan mengambil jiwanya sekarang, tapi biarkan dia hidup, dia dapat berdiri setelah pertobatannya dan melakukan kehendak-Mu, seperti sebelum kematiannya." 
"Tetapi jika Kau tidak membawanya kembali ke kehidupan, maka,.. Ya Allah, ambillah jiwaku, bahwa aku seperti dirinya dan aku tidak bisa hidup dalam penjara bawah tanah ini sendirian, karena aku tidak bisa berdiri sendiri di dunia ini, tapi dengan dirinya." 
"Untuk Mu, Ya Allah, yang menyebabkannya tertidur dan mengambil tulang dari sisinya, dan menjadikan daging darinya dengan kekuatan ilahi-Mu. Dan Kau menciptakanku dari tulang dan membuatku menjadi seorang wanita, terang sepertinya, dengan hati, akal, ucapan, dan berada di dalam daging seperti dirinya. Dan Kau membuatku berwajah dan berpenampilan, dengan rahmat dan kekuasaan-Mu." 
"Ya Tuhan,... aku dan dia adalah satu, dan Engkau, ya Tuhan,... adalah Pencipta kami, yang membuat kami berdua dalam satu hari. Oleh karena itu, ya Allah,.. berilah dia kehidupan, dia mungkin bersamaku di negeri aneh ini, sementara kami hidup di dalamnya karena pelanggaran yang telah dilakukan. Tetapi jika Kau tidak memberinya kehidupan, kemudian mengambilku, bahkan aku seperti dirinya dimana kami berdua akan mati pada hari yang sama."

Hawa menangis sedih dan jatuh (pingsan) disisi Adam karena kesedihannya. Allah memandang mereka karena telah menghukum diri melalui kesedihan yang besar, tetapi Dia memutuskan untuk membesarkan hati dan menghibur keduanya. Dia mengirim Firman-Nya, bahwa mereka harus berdiri dan dibangkitkan segera, Dia berkata: 

"Kau melanggar kehendak kebebasanmu sendiri, sampai kau keluar dari taman surga dimana Aku telah menempatkanmu. Kalau saja kau tidak melanggar perintah-Ku dan menjaga hukum-Ku, dan tidak memakan buah dari pohon yang Aku larang untuk mendekat! Dan ada pohon buah-buahan di taman surga yang lebih baik dari yang satu itu. Tetapi manusia fasik tidak menjaga imannya dan Setan tidak berniat baik terhadap Aku, meskipun Aku telah menciptakannya, dia menganggap Aku sia-sia dan mencari Ketuhanan untuk dirinya sendiri."

"Untuk ini, Aku melemparkannya turun dari langit sehingga dia tidak bisa berada ditempat pertamanya, dialah yang membuat pohon itu tampak menyenangkan di matamu, sampai kau memakannya, dengan mempercayai kata-katanya."

"Jadi karena kau telah melanggar perintah-Ku, dan karena itu Aku membawamu kedalam semua kesedihan ini. Karena aku Tuhan Pencipta, yang ketika menciptakan makhluk-Ku, tidak bermaksud untuk menghancurkan mereka. Tapi setelah mereka membangkitkan kemarahan-Ku, aku menghukum mereka dengan wabah (hukuman) pedih sampai mereka bertobat. Tetapi jika sebaliknya, mereka masih terus bersikeras melanggarnya, mereka akan berada dibawah kutukan selamanya."



Seluruh Hewan Tunduk Kepada Adam, Kecuali Ular

Ketika Adam dan Hawa mendengar kata-kata ini dari Allah, mereka menangis, tetapi mereka memperkuat hati kepada Tuhan, karena mereka sekarang merasa bahwa Tuhan berada disisinya seperti seorang Ayah dan Ibu.

Untuk alasan ini, mereka menangis di hadapan-Nya dan mencari rahmat dari-Nya. Kemudian Allah telah mengasihani mereka dan berkata: 

"Hai Adam, Aku telah membuat perjanjian-Ku denganmu, dan Aku tidak akan berpaling dari itu, tidak akan Ku-biarkan kau kembali ke taman surga sampai perjanjian-Ku tentang lima setengah hari terpenuhi."



Kemudian Adam berkata kepada Allah; 

"Ya Tuhan, Engkau telah menciptakan kami dan membuat kami berada di taman itu, dan sebelum aku melanggar, Kau membuat semua hewan datang kepadaku, dimana aku harus memberi nama mereka. Rahmat-Mu kemudian datang kepadaku, dan aku memberi nama masing-masing sesuai dengan pikiran-Mu, dan Kau membuat mereka semua tunduk kepada-Ku." 
"Tetapi sekarang,... Ya Allah, bahwa aku telah melanggar perintah-Mu, semua hewan akan bangkit melawan dan akan memakanku dan Hawa, dan akan mengakhiri kehidupan kami di muka bumi. Karena itu aku mohon, Ya Allah, karena Kau telah membuat kami keluar dari taman surga dan telah membuat kami berada di negeri asing, Kau tidak akan membiarkan hewan menyakiti kami."


Ketika Tuhan mendengar kata-kata ini dari Adam, Dia telah mengasihaninya dan merasakan hewan di padang akan melahap keduanya. Kemudian Allah memerintahkan hewan di daratan dan burung-burung, semua yang bergerak di bumi untuk tunduk kepada Adam dan akrab dengannya, dan tidak kesulitan atau keberatan membawa/mengangkut Adam dan Hawa. Kemudian semua hewan memberi penghormatan kepada Adam sesuai dengan perintah Allah, kecuali ular.


Wallahu a'lam ...


Sumber :
isains

Semua Manusia itu Jenius! Ya, Anda Juga!

 Sering sekali kita mendengar orang-orang mengkategorikan orang lain berdasarkan kepintarannya, dimulai dari orang bodoh, biasa saja, hingga jenius. Pada kenyataannya, persepsi seperti itu tidaklah benar karena semua orang itu jenius termasuk diri Anda, hanya saja dalam cara yang berbeda. Inilah berbagai tipe kejeniusan manusia:


Secara singkat, makna dari kata "Genius" atau "Jenius" adalah seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata-rata. Ironisnya, masyarakat sekitar kita melihat kapasitas tersebut hanya dalam nilai akademik, yang sebenarnya harus disadari bahwa tidak semua kejeniusan manusia itu sama.

Contoh nyata dapat dilihat dari sebuah permisalan Pablo Picasso dan Albert Einstein. Ya, banyak dari Anda pasti sudah sering mendengar kedua nama ini, Pablo Picasso sebagai pelukis ternama dunia dan Albert Einstein sebagai ilmuwan ternama dunia.

Apabila kita hanya melihat dari sisi bidang fisika, Albert Einstein adalah seseorang yang sangat jenius tapi Pablo Picasso mungkin tidak pernah akan dapat disebut jenius dalam bidang ini.

Berbeda halnya jika kita melihat dari sisi kesenian lukisan. Namun kedua orang ini nyatanya memang adalah 2 orang yang jenius hanya saja dalam bidang masing-masing mereka sendiri. Jadi apakah Anda sudah dapat gambarannya?



9 Tipe Kejeniusan Manusia


Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini, seorang psikolog ternama, Howard Gardner menjelaskan bahwa kepintaran atau kecerdasan manusia yang lebih lanjut lagi disebut sebagai jenius ini, dapat dibagi menjadi 9 tipe kecerdasan.


1. Kecerdasan Logik Matematik

Kemampuan seseorang dalam mengatur, mengukur, dan memahami simbol numerik, abstraksi dan logika. Kepintaran inilah yang biasanya diukur secara akademis di sekolah-sekolahan.



2. Kecerdasan Linguistik

Kemampuan pengolahan bahasa baik dalam hal pemahaman atau implementasinya secara tertulis ataupun lisan. Sama halnya denga kepintaran logik matematik, kepintaran ini juga biasanya diukur secara akademis



3. Kecerdasan Visual Spasial

Diartikan sebagai kemampuan untuk mempersepsikan dunia visual dan bagaimana hubungan posisi satu benda dengan yang lain. Hal ini mungkin terdengar agak membingungkan, namun singkatnya dapat dijelaskan sebagai kepintaran terkait melukis, memecahkan puzzle, fotografi dan sejenisnya.



4. Kecerdasan Kinestestik

Kemampuan yang terkaitkan atas bagaimana seseorang memanfaatkan anggota tubuhnya dalam sebuah cara yang terampil. Di sinilah para atlit olahraga fisik termasuk ahli pantonim unggul dibandingkan orang-orang lainnya.



5. Kecerdasan Musikal

Sebagaimana namanya, kecerdasan ini adalah mengenai kemampuan seseorang mengenali dan menciptakan nada, ritme, dan pola suara hingga apa yang kita kenal sebagai "musik."



6. Kecerdasan Intrapersonal

Menjelaskan mengenai seberapa tinggi tingkat kesadaran diri yang dimiliki seseorang. Dimulai dari menyadari kelemahan, kekuatan, hingga perasaan dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang sukses setidaknya pasti memiliki kecerdasan interpersonal yang cukup baik baik untuk perkembangan diri ataupun visi kesuksesan mereka.



7. Kecerdasan Interpersonal

Berlawanan dengan kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dimulai dari memahami perasaan orang lain hingga kemampuan mempengaruhi orang tersebut.



8. Kecerdasan Naturalis

Merupakan kategori kecerdasan tambahan yang berkaitan dengan kemampuan mengolah informasi lingkungan baik alam ataupun lingkungan sekitar Anda. Contoh sderhana adalah Anda suka di alam bebas, berelasi dengan hewan, atau lebih lanjut lagi dapat meklasifikasikan kehidupan liar seperti tumbuhan dan binatang dengan mudah.



9. Kecerdasan Eksistensial

Mereka yang mendalami teori kecerdasan ini menyarankan bahwa seharusnya ada tambahan kategori kecerdasan lainnya yang berkaitan dengan kesadaran beragama dan spiritual.



Tapi walaupun diri Anda lebih ahli dalam kecerdasan yang satu dibandingkan yang lain, perlu diketahui bahwa sebenarnya semua manusia memiliki semua 9 kecerdasan ini hanya dalam taraf yang berbeda. Yang satu mungkin ahli melukis, sedangkan yang lain mungkin ahli dalam perhitungan matematis.



Jenius Yang Manakah Anda?


Alm. Steve Jobs, adalah sebuah tokoh yang dipandang dan disebut-sebut sebagai seorang jenius dan pemimpin berkarisma terlebih lagi sebagai pendiri Apple. Dengan berbagai produk visionarisnya, ia membawa peradaban teknologi telepon genggam menjadi suatu kemajuan terbesar di tahunnya.

Namun apakah Steve Jobs merupakan seorang yang jenius? Menurut seorang ahli biografi ternyata Steve Jobs tidak memiliki tingkat kejeniusan yang dapat dikatakan luar biasa, ia hanya dikategorikan memiliki kepintaran rata-rata. Akan tetapi, bagaimana ia memanfaatkan kepintaran intrapersonalnya membuat dirinya menjadi seorang jenius.

Dari sini kita dapat melihat bahwa penting sekali untuk kita termasuk Anda mengetahui pada kecerdasan manakah kita lebih baik dibandingkan orang-orang sekitar kita. Selalu cobalah hal-hal baru dan mungkin saja Anda akan menemukan inspirasi hidup Anda yang baru.


Sumber :
tahupedia

Pemuda Asal Inggris ini Berjihad ke Suriah Menyebar Cinta

 Jihad, sebuah kata yang bermakna dalam. Tergantung bagaimana tiap individu beragama Islam meresapi filosofi di dalamnya. 

Tulisan Ahmed Aboulenein tentang kisah pemuda Muslim di Inggris berikut ini mungkin bisa memberi gambaran, bagaimana dunia barat memandang Islam, dan sikap apa yang seharusnya dimiliki para penyeru kalimat tauhid. 

Beginilah kehidupan pengungsi Suriah, berbulan-bulan mereka hidup di kamp dan jauh dari kata "kesejahteraan". (REUTERS/Osman Orsal )


Dari sebuah kantor di Birmingham, Waseem Iqbal dan temannya merencanakan perjalanan ke Yordania melakukan jihad. Tidak, mereka bukan bergabung dalam perang, melainkan membawa paket bantuan untuk pengungsi Suriah.

"Bagaimana Anda menyelamatkan warga tak bersalah di Suriah? Dengan pergi ke medan perang lalu mati terbunuh? Atau... mengirim pompa air untuk masyarakat, membantu sekolah, dan membawa paket makanan? Inilah yang (sesungguhnya) menyelamatkan mereka," ujar Iqbal.

Pemuda 27 tahun itu tahu, ada Muslim Inggris yang mengambil jalan berbeda. Dua temannya ditangkap beberapa waktu lalu dan dijerat hukum terorisme Inggris. Bagi Iqbal, itu adalah pilihan hidup yang berbeda. Meski diakuinya, semua pilihan itu memiliki satu kesamaan, yakni kemarahan.

Sebagian Muslim Inggris menginterpretasikan kemarahan dengan pergi 'berjihad' ke Suriah atau Irak dan ikut berperang bersama kelompok fundamentalis IS/ISIS. Perdana Menteri David Cameron memperkirakan setidaknya lebih dari 500 warga Muslim Inggris pergi ke Timur Tengah menjadi bagian dari terorisme.

Ya, Iqbal menyadari "kemarahan" itu...

Di kota tempat tinggalnya, sebagai kota kedua terbesar setelah London, kehidupan kaum Muslim tidaklah mudah. Kecurigaan dan sikap rasisme kerap ditunjukkan warga kepada pemeluk Islam.

Abdul Waheed, seorang rekan Iqbal menceritakan kisah muram dalam hidupnya. Saat Waheed berusia 8 tahun, ia menyaksikan dari jendela rumahnya, sang paman dipukuli di jalan depan rumah yang didominasi warga kulit putih -- dan anti Muslim.

Masalah tersebut memaksa Waheed dan pamannya pindah ke Sparkhill, sebuah permukiman kumuh dengan rumah bergaya Victoria dan gang berliku layaknya model perumahan Inggris di cerita "Tom Sawyer".

 Waseem Iqbal/Foto: REUTERS/Darren Staples.


Iqbal dan Waheed memiliki beragam cerita serupa tentang rasisme. Mereka pernah dilemparkan berkaleng-kaleng bir di lapangan sepak bola, atau makian-makian bernada rasis oleh banyak anak sebaya di jalanan.

Isolasi komunitas Muslim itu menyebabkan munculnya mentalitas di kalangan pemuda Muslim, bahwa mereka merasa tidak menjadi bagian dari sebuah negeri, Inggris Raya. Dan sebaliknya, mereka semakin merasa menjadi bagian dari bangsa Muslim global. Maka, ketika perang berkecamuk di Timur Tengah, begitulah panggilan 'berjihad' dalam perang menguasai benak mereka.

Iqbal memahami kemarahan banyak pemuda Muslim di Inggris karena perlakuan yang mereka terima. Namun Iqbal tak mau berdiri di atas cara pandang yang sama tentang jihad.


Kesadaran Iqbal bangkit untuk gerakan kemanusiaan, ketika ia 'terpanggil' untuk itu.

Ia pernah bekerja di sebuah klub malam, juga akrab dengan hingar-bingar pesta, maupun lingkaran narkoba.

Kakak sepupunya meninggal karena over dosis di tahun 2010. Sahabatnya tewas ditikam dalam perkelahian jalanan.

Entah, karena pengalaman tersebut... yang pasti Iqbal berubah total pada suatu malam.

"Saya duduk dan mengisap ganja di flat saya sambil melihat hiruk-pikuk kota di malam hari, dan mulai bertanya pada diri sendiri, apakah batasannya, di (titik) mana semua ini akan berhenti? Saya menghabiskan sepanjang malam menangis dan menyadari.... ada yang hilang dalam diri saya: Islam," kisah Iqbal.

"Saya berjanji pada diri saya untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik, dan berheni dari semua hal (buruk) ini."

Kini, dalam balutan jubah panjang (thawb) serta mukanya tertutup jenggot lebat, Iqbal berada di kantor amal Yayasan Bantuan Kemanusiaan (Human Relief Foundation) selama sebulan.

Iqbal telah menemukan jalan 'jihad'-nya. Sebuah jalan membela Allah SWT yang lebih bercahaya, dan juga indah...

Sumber:
harnas.co