4 Desember 2014

Kejadian Aneh dan Mistis Saat Pembuatan Beberapa Film Layar Lebar

 Dalam pembuatan film yang salah satunya berhasil mencuri minat para penonton karena adegan dan ceritanya nampak seperti nyata, ketika pembuatannya tidaklah mulus seperti yang terjadi di film itu sendiri.

Banyak kejadian aneh yang terjadi dalam syuting yang bahkan tidak pernah dipikirkan oleh kru film. Teror mistis yang tidak bisa dijelaskan pun seringkali terjadi.


1. Film The Possession

The Possession merupakan jenis film horor yang bersifat non konvensional. Sebab, tim produksi benar-benar berani memilih alur cerita yang melibatkan kutukan yang berasal dari sebuah buku yang menempel pada tubuh seorang gadis. 
Untuk menarik banyak penonton, maka tim pun telah memilih artis sekaliber Jeffrey Dean Morgan yang notabene adalah aktris yang kerap membintangi berbagai macam jenis film horor. 
Walaupun telah berkecimpung dalam dunia perfilman selama 25 tahun dan kerap membintangi berbagai macam film horor, namun Morgan mengaku jika ia belum pernah sama sekali merasakan berbagai hal janggal selama proses pembuatan film berlangsung. 
Namun sepertinya, aura dan pengalaman yang mencengangkan tersebut telah dirasakan oleh Morgan saat proses syuting The Possession berlangsung.

Perasaan Morgan kerap digelayuti oleh rasa ketakutan yang teramat sangat selama proses syuting berlangsung, termasuk saat lampu di lokasi syuting tiba-tiba saja meledak tanpa sebab. Padahal sebelum proses syuting berlangsung, kru telah memastikan jika seluruh peralatan yang telah disiapkan untuk keperluan syuting telah berfungsi dengan baik. 
Ketakutan yang dialami Morgan dan tim produksi ternyata tak berhenti sampai di situ saja. Sebab, sebuah kejadian mencengangkan lainnya juga sempat terjadi di lokasi syuting, yakni tiba-tiba saja seluruh bagian dari alat peraga yang akan digunakan untuk proses syuting habis terbakar. 
Kejadian kebakaran ini pun akhirnya menimbulkan berbagai macam pertanyaan, hingga akhirnya terjawab sudah jika kebakaran terjadi lantaran adanya hubungan pendek pada arus listrik.

Walaupun seluruh permasalahan telah memiliki sebab, namun para kru mengaku terus merasakan hal-hal yang tidak biasa selama proses syuting berlangsung. Seperti yang diketahui, alur cerita dari The Possession pastinya tak akan pernah lepas dari kotak dybbuk. Sebab kotak dybbuk merupakan sebuah benda magis yang digunakan dalam beberapa scene dalam film. Namun sebenarnya, kotak dybbuk benar-benar ada dalam dunia nyata. 
Nah lantas? Apakah kotak ini memiliki hubungan dengan kutukan yang ada dalam cerita The Possession? Dan apakah rentetan "teror" yang dialami oleh para kru dan pemain selama proses syuting berlangsung sebenarnya juga berasal dari situ? Entahlah? Tak ada yang tahu pasti.



2. Film Waterworld


Judul dari film yang satu ini memang sudah tak asing lagi terdengar. Sebab, Waterwold pernah masuk dalam jajaran film-film box office pada tahun 1995 silam. Pada awal mulanya, film ini rencananya menghabiskan dana pembuatan sebesar USD 5 juta saja. Namun sayangnya, dana pembuatan tersebut melonjak jauh dari yang telah direncanakan hingga mencapai angka USD 200 juta.

Dana pembuatan yang relatif sangat besar tersebut diharapkan mampu tertutupi dengan uang yang didapatkan dari masa pemutaran film. Namun sayangnya gayung tak bersambut dengan baik. Alih-alih meraup keuntungan yang besar, ternyata film ini justru memperoleh keuntungan yang amat sangat kecil, yakni hanya sebesar USD 88 juta saja. Tentu saja hal tersebut tak mampu menutupi banyaknya dana yang harus dikucurkan demi membuat Waterworld. Bahkan setengahnya saja pun tak ada.

Pengeluaran yang teramat besar bukanlah satu-satunya kendala yang pernah dihadapi oleh para tim produksi. Sebab sebenarnya, selama proses pembuatan berlangsung, film ini memiliki beberapa kendala lain. Bahkan hal tersebut terjadi sejak awal pembuatannya. Salah satunya adalah kendala harga yang dipatok untuk lokasi-lokasi pembuatan film. 
Ternyata, dana USD 5 juta yang dianggarkan oleh para tim produksi hanya cukup untuk menyewa satu set lokasi mengapung yang memang dibutuhkan untuk proses syuting Waterwold. Selain harga set lokasi yang cukup mahal, kendala lain yang pernah dihadapi oleh tim produksi selama syuting adalah kondisi kru film yang seluruhnya mengalami mabuk laut yang amat sangat parah. 
Kendala buruk pun tak berhenti sampai di situ saja. Sebab tim produksi juga sempat dihenyakkan dengan suatu perlengakapan yang tenggelam ke dalam air dan tak dapat diselamatkan lagi. Kondisi parah lainnya juga sempat dialami oleh kru, yakni saat beberapa diantara mereka tersengat ubur-ubur.

Rupanya, kondisi terburuk tak hanya pernah dialami oleh para kru, namun juga salah satu pemain Waterworld, Kevin Costner. Costner hampir saja kehilangan nyawanya saat tengah melakukan adegan diving. Seluruh kejadian aneh tapi nyata yang dialami oleh tim produksi dan pemain selama masa pembuatan film kemudian dikaitkan dengan makhluk dari dimensi lain yang dianggap tak menyukai proses pembuatan film di lokasi tersebut.



3. Film The Conjuring

The Conjuring sendiri berkisah mengenai pengalaman keluarga Perron yang pernah merasakan adanya aktivitas makhluk astral di rumah mereka yang berolaksi di Rhode Island. Kejadian yang diangkat dari kisah nyata tersebut pernah terjadi pada tahun 1970-an silam.

Untuk memastikan bahwa alur cerita yang diangkat tersebut telah sesuai dengan pengalaman yang pernah dilami, maka keluarga Perron asli pun menyempatkan diri untuk mengunjungi lokasi tersebut hingga beberapa kali. Tetapi, salah satu anggota keluarga Perron bernama Carolyn enggan menginjakkan kakinya di lokasi syuting The Conjuring. 
Setelah pulang dari lokasi syuting, Carolyn kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang ada di Atlanta. Setelah sampai di rumah, entah mengapa ia merasa jika ada hawa jahat yang tengah mengikutinya. Hingga akhirnya pada suatu hari ia kemudian terjatuh dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 
Setelah mengunjungi lokasi syuting di hari itu, beberapa hari sesudahnya keluarga Perron kembali memutuskan untuk mengunjungi lokasi syuting The Conjuring. Namun tiba-tiba saja, sebuah keanehan dialami oleh keluarga Perron yang mengunjungi lokasi syuting pada hari itu. Mereka mengaku bahwa mereka merasa ada angin kencang yang tengah mengelilingi tubuh mereka. Namun anehnya, tak ada satu pun orang yang melihat kejadian tersebut.

Pengalaman misterius tersebut ternyata tak hanya dialami oleh keluarga Perron saja. Sebab kejadian mencengangkan juga menimpa para kru film. Pada suatu hari, tiba-tiba saja hotel yang digunakan sebagai tempat menginap para pemain dan kru film habis dilahap si jago merah hingga akhirnya mereka semua pun harus diungsikan dengan segera. 
Pengalaman misterius tersebut bukanlah yang terakhir. Sebab, James Wan juga pernah mengalami kejadian janggal saat bekerja hingga dini hari. Saat itu tiba-tiba saja anjing peliharaan yang setia menemaninya hingga dini hari menyalak seperti melihat sesuatu yang janggal. James yang terhenyak kemudian mencoba untuk memeriksanya, namun ia tak menemukan sesuatu yang janggal. Anehnya, setelah James memeriksanya, anjingnya tetap menyalak. 
Pemeran dekektif paranormal dalam The Conjuring, Vera Famiga, juga mengalami hal serupa. Suatu hari ia menolak membawa naskah film The Conjuring ke rumahnya. Sebab ia merasa jika ada aura jahat yang membuatnya tak dapat tidur dengan tenang. Suatu hari ia pernah membuka laptopnya dan tiba-tiba saja ia melihat ada 3 buah garis miring mirip hantu tengah menyeret kakinya. Sangat menyeramkan!



4. Film The Matrix


Seperti yang sudah kita ketahui, The Matrix merupakan sebuah film trilogi yang sukses dibintangi oleh Keanu Reeves. Akting sang aktor yang juga dipercaya memerani sosok Man of Steel ini memang berhasil memukai banyak masyarakat dunia. 
Bahkan hingga kini, aktingnya yang begitu menakjubkan belum bisa dilupakan begitu saja. Namun sayangnya, kesuksesan besar yang berhasil diraih oleh The Matrix tersebut tak dibarengi dengan kisah yang terjadi dibelakangnya.

Konon katanya, sebuah kutukan yang kemudian disebut dengan nama Curse of The Matrix atau kutukan The Matrix telah dialami oleh para pemain The Matrix. Kejadian pertama yang disebut sebagai Curse of The Matrix dialami oleh kekasih Keanu Revees, Jennifer Syme, yang melahirkan seorang bayi. Sayangnya, tak lama setelahnya bayi yang baru saja lahir tersebut kemudian meninggal. 
Kesedihan yang dialami oleh Syme tak hanya berhenti sampai di situ saja. Sebab setelah kehilangan bayinya, Syme harus kembali bersedih lantaran Keanu Revees dan dirinya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Tragis, setelah kehilangan bayi dan kekasih yang ia cintai, tak lama setelahnya Syme harus kehilangan nyawanya lantaran mengalami kecelakaan mobil.

Konon kabarnya kutukan tersebut tak hanya berhenti sampai di situ saja. Sebab pemain lainnya bernama Aaliyah yang saat itu masih berusia 22 tahun harus bernasib sama seperti Syme yang meninggal lantaran mengalami kecelakaan. Namun bedanya, Aaliyah meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat. 
Rupanya, perisitwa kematian yang dialami oleh para pemain The Matrix tak berhenti sampai Aaliyah saja. Sebab tak lama setelahnya Gloria Foster yang memerankan tokoh Oracle dalam The Matrix juga meninggal dunia. 
Keanu Reeves mungkin saja masih lebih beruntung jika dibandingkan dengan teman-temannya. Sebab setelah sempat mengalami sebuah kecelakaan motor beberapa waktu setelah Foster meninggal, nyawanya masih dapat diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit. Setelah dinyatakan pulih, maka Reeves pun kembali melakoni kegiatan syutingnya. Namun sayangnya, di tengah berlangsungnya proses syuting ia justru kembali mengalami cidera yang membuat dirinya harus dirawat dengan intensif di rumah sakit.

Selain mengalami berbagai macam peristiwa memilukan yang dialami oleh para pemainnya, The Matrix juga harus merogoh kocek yang begitu dalam untuk mengucurkan biaya produksi yang terus saja naik selama proses syuting berlangsung. 
Bahkan, Keanu Reeves sebagai salah satu pemain The Matrix rela melepaskan gajinya yang bernilai USD 24 juta untuk menutupi kekurangan biaya produksi The Matrix. The Matrix mungkin saja lebih beruntung jika dibandingkan dengan Waterwold. Sebab saat ditayangkan di seluruh bioskop di berbagai belahan dunia, ternyata The Matrix dapat meraup keuntungan yang besar hingga dapat meraih Box Office.
Sumber:

"Virus Bodoh" Telah Ditemukan oleh Ilmuan

 Menjelang akhir 2014 lalu, peneliti menemukan sebuah virus berbahaya yang dekat dengan manusia. Tidak seperti virus Ebola yang membuat ribuan korbannya meninggal dan sempat menjadi epidemik pada 2014, namun virus ini dapat mengubah sifat dan kepribadian manusia, yaitu membuat manusia yang diinfeksinya menjadi bodoh. Ya, virus kebodohan atau stupidity virus!

Virus yang disebut ATCV-1 itu hidup cukup dekat dengan manusia karena bisa ditemukan pada tumbuhan jenis alga (algae) yang banyak terdapat diperairan sekitar kita.

Berdasarkan penelitian, peserta penelitian yang sudah terinfeksi virus ATCV-1 mengalami penurunan kemampuan spasial atau pengenalan ruang serta kemampuan otak untuk mengenali gambar.

Dan ternyata, virus ATCV-1 ini mempunyai kemampuan untuk mengatur ekspresi dari gen yang ada di dalam tubuh manusia dalam jumlah besar setelah berhasil menggandakan DNA mereka sendiri.

Virus ATCV-1 akan mempengaruhi kemampuan kognitif manusia sembari mengambil alih gen-gen di tubuh untuk membantu memperbanyak diri mereka.

Dikutip dari Geek, kemampuan ATCV-1 untuk membuat inangnya menjadi bodoh itu dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan.

Diantara alasannya untuk membuat tubuh inang berhenti mengirim 'sinyal' bahaya ke sistem imun tubuhnya, sehingga virus-virus ini bisa terus berkembang biak tanpa adanya penghalang.

Virus ATCV-1 dapat mempengaruhi kognitif manusia lalu mengambil alih gen-gen di tubuh untuk membantu memperbanyak diri mereka.

Menurut penelitian lanjutan yang dilakukan para peneliti terhadap tikus-tikus, efek penurunan kecerdasan tersebut ternyata juga ditemukan dapat "menyerang" terhadap tikus-tikus percobaan ini.

Tikus-tikus yang sengaja diberi virus ATCV-1 oleh para peneliti telah membuktikan, bahwa tikus-tikus itu ternyata tidak mampu lagi untuk melakukan tugas-tugas sederhana, misalnya seperti menemukan sepotong keju dalam sebuah labirin yang bisanya mudah mereka temukan dalam keadaan normal.


Penemuan virus ATCV-1 yang biasanya hidup di kerongkongan manusia ini, kontan membuat para ilmuwan bertanya-tanya, apakah masih ada banyak virus atau bakteri di luar sana yang memiliki kemampuan untuk merubah sifat dan kepribadian manusia?

Kini bukan lagi suatu hal yang mustahil, bahwa munculnya beragam sifat hingga kecerdasan manusia, sejatinya bukan hanya karena pendidikan, tetapi oleh efek dari makhluk-makhluk mikroskopis di dalam tubuh kita.

Contoh nyatanya adalah seperti virus kebodohan yang telah ditemukan para peneliti ini yang dirilis pada akhir tahun 2014 lalu.
Sumber :
indocropcircles

"The Seven Strong Men" Keajaiban Batu Raksasa Di Utara Rusia

 Menjulang keluar dari sebuah dataran tinggi di daerah terpencil di Pegunungan Ural, formasi tujuh batu dari Manpupuner di Republik Komi ini terselubung dalam misteri karena mereka kadang-kadang berada dalam badai salju dan kabut. 
Dikenal sebagai "7 Strong Men", menara-menara batu raksasa ini dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban Rusia, dan penuh mistis. Manpupuner menarik pengunjung dari seluruh negeri yang luas.

Manpupuner yang dalam bahasa Mansi berarti "Gunung kecil para dewa" tidak banyak dikenal di luar Rusia, berdiri di daerah utara yang terisolasi dan tidak ramah. Dan sementara sejak zaman dahulu totem batu raksasa ini telah menjadi sumber dari segala macam mitos dan dongeng. Informasi mengenai asal-usul mereka sebenarnya sulit didapat.




Menurut legenda lokal, pilar-pilar batu ini dulunya adalah rombongan raksasa Samoyed yang berjalan melalui pegunungan ke Siberia untuk menghancurkan orang-orang Vogulsky. Namun, setelah melihat gunung suci Vogulsky, dukun dari para raksasa menjatuhkan drum-nya dan seluruh rombongan raksasa berubah menjadi pilar-pilar batu.

Menurut salah satu sumber, awal dari keajaiban alam yang luar biasa ini kembali ke masa 200-300 juta tahun lalu, ketika di tempat itu berdiri sebuah gunung. Dengan berjalannya waktu, erosi yang disebabkan oleh hujan, angin, es dan fenomena meteorologi lainnya, perlahan tapi pasti mengikis batuan yang lebih lunak dan meninggalkan tujuh pilar yang berdiri hingga hari ini. Hal ini masih dalam perdebatan.

Yang tak dapat disangkal dari Manpupuner adalah kesan yang mereka berikan bagi siapa saja yang menyaksikannya secara langsung. Berdiri sendirian di hamparan yang luas tanpa batu lainnya atau gunung yang terlihat, obyek geologi ini luar biasa besar, jauh melebihi pengunjung yang berdiri di sekitar mereka dan membuat megalit buatan manusia yang paling kuno sekalipun tampak seperti lembaran yang relatif kecil dibandingkan batu-batu ini.




Terlebih lagi, totem batu yang menjulang tinggi ini tidak hanya luar biasa dalam hal ukuran dan lokasi mereka, tetapi juga karena bentuk mereka yang menakjubkan dan sedikit aneh. Beberapa kolom batu ini yang sempit di bagian dasar, dan sementara enam batu bergerombol, batu ketujuh berdiri menyendiri atau seperti menjadi penjaga dari enam batu lainnya, seolah-olah mengamati mereka dari jauh.

Ditambah lagi, situs Manpupuner ini terletak di lokasi yang sulit dijangkau, sampai ke kaki mereka saja sudah cukup menantang. Lingkungan yang keras dari situs misterius ini ditambah badai salju yang selalu mengamuk di musim dingin, cukup mengurungkan niat para pelancong yang kurang punya keberanian diatas rata-rata.


Pendek kata, bagi mereka yang berani mendaki elemen dari pegunungan Ural bagian utara, Manpupuner adalah hadiah spektakuler yang menunggu. Wisatawan yang berkunjung kesana dapat menikmati pemandangan dunia yang sama sekali berbeda dan merasakan bagaimana rasanya berjalan di antara para 'Raksasa'.